Ilmuwan Ungkap Pemicu Lubang Besar Timbul di Siberia

Ilmuwan dilaporkan sukses menguak pemicu timbulnya lubang besar di kawasan tundra Siberia. Ilmuwan menebak lubang itu timbul akibat dari akibat pergantian hawa.

Suatu lubang berdimensi lumayan besar serta dalam timbul sehabis ledakan besar di kawasan tunda Siberia pada tahun 2020. Ledakan yang memiliki gas metana itu hingga menghempaskan es serta batu sampai ratusan kaki.

Mengutip CNN, para ilmuwan memakai fotografi drone, pemodelan 3D, serta kecerdasan buatan buat menguak pemicu kejadian itu.

” Kawah baru terpelihara dengan baik, sebab air permukaan belum terakumulasi di kawah dikala kami mensurveinya, yang membolehkan kami menekuni kawah fresh, tidak tersentuh oleh degradasi,” kata Evgeny Chuvilin, ilmuwan di Pusat Pemulihan Hidrokarbon Institut Sains serta Teknologi Skolkovo, Moskow, Rusia teknohits.com .

Chuvilin mengaku baru awal kali menerbangkan drone ke dalam lubang itu sampai kedalaman 10 sampai 15 m. Chuvilin merupakan bagian dari regu ilmuwan Rusia yang mendatangi kawah itu pada Agustus 2020.

Bersumber pada informasi, itu merupakan lubang ke- 17 yang timbul di semenanjung Yamal serta Gyda, Kutub Utara Rusia semenjak lubang awal nampak pada 2013. Lubang misterius itu sudah membuat bimbang para periset semenjak kemunculannya.

Dalam prosesnya, Chuvilin dkk sukses membangun model 3D dari lubang itu sehabis mengambil 80 foto lubang dengan memakai drone. Chuvilin menyebut lubang itu mempunyai kedalaman sampai 30 meter.

Igor Bogoyavlensky, ilmuwan Institut Studi Minyak serta Gas Perguruan Ilmu Pengetahuan Rusia yang mengatur drone mengaku hingga wajib tiduran di tepi kawah serta menjuntai lengannya ke tepi buat mengendalikan drone.

” 3 kali kami hampir kehabisan( drone), tetapi sukses memperoleh informasi buat model 3D,” katanya.

Dalam riset yang diterbitkan di harian Geosciences, pemodelan 3D menampilkan terdapatnya gua di bagian dasar lubang. Pemodelan itu juga mengkonfirmasi hipotesis para ilmuwan sepanjang ini kalau gas metana tercipta di rongga es, menimbulkan gundukan timbul di permukaan tanah.

Gundukan setelah itu meningkat besar sampai menghempaskan es serta puing- puing yang lain dalam ledakan serta meninggalkan lubang besar.

Walaupun demikian, para ilmuwan mengaku masih belum mengenali sumber metana. Dikala ini, mereka menebak metana dapat berasal dari susunan dalam di dalam Bumi ataupun lebih dekat ke permukaan ataupun campuran keduanya, yang diucap permafrost.

Permafrost merupakan reservoir natural metana yang sangat besar, gas rumah kaca yang kokoh, jauh lebih efisien daripada karbon dioksida dalam memerangkap panas serta menghangatkan planet.

Masa panas yang lebih hangat di Kutub Utara( memanas 2 kali lebih kilat dari rata- rata global) sudah melemahkan susunan permafrost, yang berperan selaku penutup, sehingga mempermudah gas buat keluar.

Baca Juga : Kebersihan Toilet yang Tak Bernoda

Sebagian pakar memperkirakan kalau tanah di daerah permafrost menaruh karbon 2 kali lebih banyak daripada suasana, menjadikan daerah tersebut sangat berarti dalam perang melawan pergantian hawa.

” Pergantian hawa, pasti saja, berakibat pada mungkin timbulnya ledakan gas di permafrost,” kata Chuvilin.

Sepanjang ini, bari 17 kawah yang sudah didokumentasikan. ilmuwan belum mengenali secara tentu berapa jumlahnya secara total ataupun kapan ledakan selanjutnya terjalin. Para ilmuwan belum mempunyai perlengkapan yang baik buat mengetahui serta memetakan daerah emisi gas.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *